Minggu, 12 Juni 2011

F-O-K-U-S!

Sabtu, tanggal 4 Juni 2011 tepatnya sekitar jam 12 siang, saya mengalami kecelakaan. Yah dalam hal ini saya yang nabrak :p. Kok bisa? Yaaa... Pas lagi nyetir sepeda motor, saya lagi ngelamun, entah ngelamun apa pada waktu itu. Nah, yang saya tau, sepeda motor di depan saya tuh masih jalan. Nah, pas saya sadar dari lamunan saya (*yg ga jelas tadi), nah loh.. Tiba-tiba sepeda tadi kok berhenti. Otomatis reflek, banting stir dan rem dadakan. Tapi karena kurang cepet, tetep nabrak sepeda motor yang di depan tadi. Gubrak bruk prang klontang ting tak dugdug jeduer srot. Tapi bunyinya ga kaya gitu deh. Biar agak sereman dikit gitu deh... Hahaha...

Yah, itu semua akibat saya ngelamun. Ga fokus dengan apa yang saya lakuin.
Naaaahhh... Di dalam kehidupan kita, juga dibutuhkan yang namanya F-O-K-U-S!

Dari awal waktu Tuhan belum nyiptain kita, Dia sudah berkeinginan agar kita memiliki hidup yang RRUUAARRR BIASA (*just like ko Herri Komala said :p)! Kenapa? Because we are worshipping the extraordinary God! Masa hidup kita cuma “standard” aja? Ngga ada bedanya dong sama yang ngga percaya Tuhan. Ya ngga?

Hidup yang luar biasa tentunya ngga bisa kita dapetin dengan hidup yang kata orang mengalir aja. Because, when we live just to wonder around, we will end up at the place we don’t wanna be! Hidup yang luar biasa bisa dibangun asal kita punya tujuan dan fokus.

Suka ngga suka, terima ngga terima, semakin dewasa hidup kita pasti tambah complicated. Tapi jangan salahin siapa-siapa! Karena sebagian besar ‘kerumitan’ yang terjadi di hidup kita tuh diakibatkan oleh ketidakmampuan kita dalam me-manage hidup kita. Kita tuh cenderung mencampur segala urusan dalam hidup kita jadi satu. Akibatnya, semuanya jadi ngga maksimal dan amburaaaa-duuul.

So, kita perlu menyempitkan fokus kita. Waktu kita fokus, segala sesuatunya bisa jadi make sense, dan dengan begitu kita bisa nyelesain semuanya itu dengan maksimal.

Ada satu quote mengatakan, "The key of concentration is elimination". Maksudnya, supaya kita bisa konsen sama hidup kita. ‘Cut’ hal-hal yang ngga penting dari hidup kita. Jangan campur aduk semuanya. Mulai pisahin, mana yang penting dan mana yang ngga penting buat sekarang. Fokus: tau bedanya antara yang darurat sama yang penting. Darurat belom tentu penting lohh…

Sebelom kita mikirin soal pacaran dll, yang paling pertama mesti kita pikirin tuh tujuan hidup. Kenapa? Yah kalo ngga tau tujuan hidup, hidup kita bakal sia-sia dan ngga jadi apa-apa dong… Tujuan hidup itu berkaitan erat sama talent yang kita punya. Siapa kita dan apa yang kita lakukan di masa depan itu berkaitan sama talent kita.

Temuin bakat kamu! What do you do best? What flows naturally from you? Just do it!

Kalo udah nemuin, make a deliberate choice on it! Fokus untuk ngejalanin dan kembangin talent kita. Mulai singkirin deh hal-hal yang akan mengganggu fokus kita. Di dalam Yohanes 15:1-8, kita diajarin untuk membedakan, apakah hal yang kita lakukan tuh menyaingi ato menyupport tujuan hidup kita.

So, get focus people! You will be amazed by what God can do to you when you live your life maximally!

Semangaat! \(^o^)/

Senin, 23 Mei 2011

Wortel, Telur, dan Kopi

Semua orang pasti pernah mengalami proses, dimana semua udah pada tau kalo yang namanya proses itu ga enak. Tapi satu hal yang saya tahu bahwa process will bring us to another higher level. Ya, proses akan membawa kita ke level yang lebih tinggi, JIKA, kita menanggapi proses itu dengan benar.


Suatu kali ada seorang anak yang mengeluh kepada ayahnya tentang kehidupannya. Persoalan di dalam hidupnya tidak ada habisnya. Ketika satu persoalan terpecahkan, persoalan lain pasti muncul lagi dengan kesulitan yang lebih besar. Ayahnya yang seorang juru masak, membawanya ke dapur dan menyuruh anak itu duduk manis melihat apa yang akan dilakukan ayahnya. Ayahnya mengambil 3 buah panci, masing-masing berisi air, dan meletakkannya di atas kompor. Setelah itu ia meletakkan di tiap panci tersebut sebuah wortel, sebutir telur, dan sebungkus kopi. Ketika semuanya mendidih, ia mematikan kompor dan menunjukkan semuanya kepada si anak tersebut.


Wortel yang pada awalnya keras berubah menjadi lunak ketika direbus oleh air. Telur yang awalnya rentan pecah ketika jatuh justru berubah menjadi keras dan kokoh ketika direbus oleh air. Dan Kopi yang mengubah air rebusan menjadi harum dan sedap.


Kita adalah manusia dan bukan Tuhan yang bisa menghentikan masalah kita yang terus datang di dalam kehidupan kita. Tapi kita bisa berjuang di dalam proses kita. Di suatu waktu, kita harus menjadi wortel yang awalnya keras lalu menjadi lemah lembut. Di suatu waktu yang lain kita harus menjadi telur yang berubah menjadi lebih kuat ketika mengalami rebusan air yang bernama proses. Dan di suatu waktu yang lain, kita harus menjadi kopi yang mengubah proses menjadi sebuah kesempatan untuk mengubah lingkungan kita menjadi lebih baik.


Saya percaya ketika kita menanggapi proses tersebut dengan excellent, maka level hidup kita akan menjadi lebih excellent lagi.


So, which one are you?

Sabtu, 07 Mei 2011

Running Out Of Fuel

Hayooo... Siapa yang pernah kehabisan bensin d jalan? Saya sering sekali (*maksudnya seringnya bukan satu kali tapi sangat sering :p). Tapi, Tuhan begitu baik sama saya. Setiap kali saya kehabisan bensin di tengah perjalanan, tidak pernah saya temui saya jauh dari tempat pengisian bensin. Kalo lagi kehabisan bensin pas dipinggir ato di agak depan lagi ada yang jual bensin eceran. Hampir tidak pernah saya temui saya berjalan jauh untuk menemukan penjual bensin.

Nah... Hari ini saya pas ada kuliah tambahan. Saya tau kalo bahan bakar motor saya tinggal sedikit. Tapi dengan iman saya berangkat ke kampus. Yeah, akhirnya saya sampai kampus dengan selamat tanpa kehabisan bensin. Nah pas pulangnya neh... Saya agak sedikit kawatir kalo saya tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Tapi dengan iman saya berkata kepada motor saya (sambil menumpangkan tangan ke atas sepeda motor saya), "Di dalam Nama Tuhan Yesus, aku percaya bejanaku tidak akan pernah berkekurangan. Motorku tidak akan kehabisan bensin." Naaahh... Pas di jalan neh... Itu motor agak sedikit brebet (gejala mau kehabisan bensin). Dengan iman lagi saya berkata, "Di dalam Nama Tuhan Yesus, aku percaya bejanaku tidak akan pernah berkekurangan." Karena Tuhan baik sama saya, akhirnya.... Sepeda motor saya kehabisan bensin juga (T_T). Tapi seperti yang saya bilang tadi, pas disamping saya ada penjual bensin eceran ketika saya berhenti. I thought I was saved, but when I looked in my wallet... I DIDN'T BRING ANY MONEY!!! There was only 2000 rupiah... Lha percuma dong kalo disamping dah ada yang jual tapi ga bisa beli. Then I called my father, and he saved me... Hahahaha...

Nah, ketika saya dalam perjalanan (melanjutkan) pulang, Tuhan mengingatkan saya akan suatu hal. Bahwa hidup kita itu seperti bejana (*dalam kasus ini motor saya deh). Dan bejana tersebut tidak boleh kosong untuk melakukan sesuatu. Harus sering diisi agar tidak kehilangan "bahan bakar".

Manusia terdiri dari 3 bagian, roh, jiwa, dan tubuh (I Tes 5:23). Which I conclude like this, kita ini adalah manusia roh yang mempunyai jiwa dan tinggal di dalam tubuh. So, it means yang harus kita penuhi ga hanya tubuh saja (makan, minum, tidur, dll) ato jiwa (belajar, belajar, dll), tapi juga roh kita. Gimana? Doa, denger khotbah, baca buku rohani? Yap, itu tidak salah, tapi yang terpenting dalam isi mengisi itu adalah gimana kita bangun relasi kita tiap hari bersama Bapa secara intim, secara pribadi lepas pribadi.

Ah, tunggu abis aja "bahan bakarnya" toh Tuhan bisa isi roh saya kapan saja. Mungkin ada yang berpikiran seperti itu. Termasuk saya dulu. Saya ga pernah sampe kawatir banget kalo kehabisan bensin, toh saya selalu berhenti deket penjual bensin. Iya kalo saya bawa duit, lha kalo ngga, percuma kalo di samping dah ada yang jual tapi ga bisa beli. Sama halny dengan kehidupan rohani kita. Jangan sia-siakan kesempatan kita bersama Tuhan. Kalo kita ga punya kesempatan itu gimana? Bisa akan lebih parah, bahkan mati.

So, melalui kejadian hari ini saya diingatkan kembali akan membangun hubungan pribadi lebih lagi bersama Bapa. And come on guys, my friends, my brothers,and my sisters, saya mengajak kalian untuk tetap jaga minyak kalian agar api kalian tidak padam. Tuhan akan perbaharui minyak kita ketika kita dekat dengannya, bahkan Ia mampu untuk memperbesar bejana minyak kita (*berbicara tentang kapasitas).

Read this verses: Matius 25:1-13 --> "Gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh"

Yah, jadilah bijaksana dan jangan menjadi seperti gadis-gadis yang bodoh tersebut!


KEEP BURNING LIKE THE SUN!
JLus. ^^d

Rabu, 27 April 2011

Ranting yang Patah dari Pohonnya

Beberapa minggu ini saya merasakan begitu hambar di dalam hidup saya. Saat saya pelayanan pun terasa hambar. Saya ga tahu ada apa dengan saya. Saya ga tahu kenapa. Then I pray... Ada apa dengan saya Tuhan...?

Lalu Tuhan ingatkan saya akan cerita sebuah ranting yang patah dan jatuh dari pohonnya.
Jika ranting itu lepas dari pohonnya, daun dan buahnya tidak akan terjadi apa-apa pada awalnya, but sooner or later, it will get rotten.

Ketika Tuhan mengingatkan saya akan hal tersebut, hati saya langsung hancur. Saya merasa sangat jatuh sekali. Pelayanan saya sebagai WL memang susah. Dimana saya benar-benar menjadi sorotan. Banyak pujian di mana-mana. Dan semuanya itu membuat saya menjadi tinggi hati. Dan pada akhirnya saya jatuh juga di dosa saya yang terdahulu. Saya tidak menduganya. Padahal dulu saya sudah dipulihkan. Akan tetapi saya kembali jatuh di dosa yang sama, yaitu kesombongan. Sempat saya berpikiran untuk berhenti menjadi WL, but Jesus make stronger. As He said that I must continue His call over me. Yeah... That sentence make me wake up and get up again.

Dan sekarang saya sedang mengalami proses yang saya dengan seenaknya udel saya sendiri saya namain "Projek Nempel ke Pohon Lagi". Hahaha... XD
Dan saya udah rasain perubahan hidup saya mulai membaik. Saya beruntung punya Bapa yang masih sangat baik dan masih sangat mencitani saya walaupun saya sudah lari kesana kemari. Dan saya juga mengucap syukur banyak teman-teman saya yang men-support saya juga.

Yoh 15:4-6 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

So, saya meng-encourage temen-temen semua untuk tetap terus melekat pada Pokok yang Benar. biar ga terjadi apa-apa yang ga enak di kehidupan temen-temen. Enak kok kalo udah melekat...
Trust me... It works... (*slogan iklan deh).

*Saya mohon dukung doa untuk terus pelayanan saya biar jadi berkat orang banyak...

Kamis, 14 April 2011

Kenapa Kita Hidup di Zaman Sekarang?

Pernah ga kepikir? Mengapa saya diciptakan ato dilahirkan di zaman ini? kok ga lahir di zaman batu atau zamannya Gatot Kaca (ada ga sih emangnya?), ato kenapa kita ga dilahirkan di tahun 2100 dimana dunia udah semakin canggih (mungkin)?Kenapa hayooo...?

Semua pasti dah pada tahu kalo Tuhan itu punya rencana Buat kita. Bahkan pada saat kita masih bakal anak, Dia udah berencana atas kita (Mzm139:13-16). Dikatakan di dalam Pkh 3:1 bahwa For EVERYTHING there is a SEASON. Segala sesuatu ada waktunya!

Ayo saya ajak kita untuk jalan-jalan di masa lalu dulu, biar ngerti.

Masih inget ga? HP pertama kali dibuat segede apa? Bisa dibuat uleg'an tuh. Ato buat nimpuk maling juga bisa lha wong HaPenya segede bakiak. Hehehe... Trus, Hape itu masih diproduksi ga di zaman ini? Ngga kan? Padahal pada waktu itu hape itu lagi ngetrend. Semua pasti jawab: tapi sekarang tidak. Emang bener!
*Saya lagi bayangin masih ada orang yang pake Hape segede bakiak di telinganya. Hahahaha...
Kenapa hayo?  Kalo saya yang bilang, Karena barang-barang tersebut TIDAK BISA MENJAWAB TANTANGAN HARI-HARI INI. They are OUT OF DATE !!!

Jadi kalo kita balik lagi ke permasalahan awal, mengapa kita dilahirkan di zaman kita sekarang? It is so we can ANSWER FOR OUR GENERATION!

Di dalam I Pet 2:9 dikatakan "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:"

Jawaban yang kedua yaitu agar kita dapat MENCERITAKAN PERBUATAN-PERBUATAN-NYA KEPADA GENERASI SELANJUTNYA.

Mazmur 145:4 "Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu." Di dalam terjemahan King James Version, "One generation shall praise thy works to another, and shall declare thy mighty acts."

Saya rindu kalo saya punya anak nanti, saya bisa cerita betapa hebatnya bapaknya bisa mengatasi permasalahan-permasalahan yang banyak terjadi di dalam kehidupan pada zaman kita. Suadahkan Kita punya cerita tersebut? Ato malah yang kita punya adalah cerita betapa gagalnya kita menjawab tantangan hidup di zaman kita saat ini?

Jangan Menyerah hari ini atau kapanpun! Karena kita sendiri sudah dipilih olehNya untuk menjadi JAWABAN bagi generasi kita. Takut ga jadi soal, tapi hidup dalam ketakutan itu persoalan yang besar. Tuhan dulu maupun sekarang tetap sama. Dia yang akan berjalan bersama kita baik dulu sekarang, dan sampai kita kembali padaNya.