Minggu, 21 April 2013

Crack From The Inside

Well, akhir-akhir ini Tuhan berbicara banyak sekali kepada saya lewat banyak hal. Tuhan pernah berjanji kepada saya lewat nubuatan hambaNya bahwa saya akan menjadi Daud bagi generasi saya. Itu dinubuatkan pada tahun 2005. Dan akhir-akhir ini proses menuju nubuatan itu muncul. Banyak sekali tekanan untuk membuat saya menjadi lebih baik.

Saya berharap menerima banyak urapan dari pemimpin-pemimpin rohani. Maksud saya adalah, saya berharap menerima banyak urapan dari luar. Tapi Tuhan berkehendak berbeda. He knows what's best for me. Dia ingin saya mendapat urapan tersebut dari dalam.

Sebuah telur kalau dipecahkan dari luar, apa yang terjadi? Bisa jadi telor ceplok atau telur dadar. Memang enak sih kalu dimakan, bikin sehat, dan bisa mengenyangkan. Tapi, telur itu menjadi mati.
Lalu, bagaimana jika telur itu pecah dari dalam? Akan ada kehidupan muncul, kehidupan yang dapat menjadi berkat bagi banyak orang, ada multiplikasi terjadi.

Lewat perumpamaan tersebut, sya menjadi sadar, kenapa saya bermimpi yang kecil, sedangkan tuhan bisa memberikan yang lebih besar.

Guys, Let He do what He want instead of ours. Biarkan Dia melkukan apa yang Ia inginkan, dan bukan kita.
Be obey in every process, and also be humble in every circumstances.

The more gifted you are, the more humble you should be.

Sabtu, 06 April 2013

Blogging Again - The New Me

Shalom...
Saya sudah lama tidak menulis di dalam blog ini.
Saya meminta maaf kepada para pembaca.

Well... So much has happened in my life...
Now I have graduate from my University dan saya punya gelar S.Kom dibelakang nama saya.
But, Saya tidak berpikir untuk meneruskan karir saya di bidang IT. Well I thought that's not my strength.
Now I work as a Fulltimer in a Church. The Church that has brought me so mature as i am today.
It is YHS Church.
Puji Tuhan, saya diberi kepercayaan untuk memimpin sebuah komunitas anak muda bernama HEROES.
Sebuah Kumpulan anak muda yang hebat yang akan menggoreskan sejarah di kota Malang, bahkan di Indonesia.

For additional, I haven't had any girlfriend yet. Hahaha...
I am single for now... It's my choice...
I just wanna focus on what I'm doing it right now...
I pray that my life can motivate people...
Amiiiin...


"Single itu pilihan, tapi jomblo itu nasib!" - anonim

Rabu, 28 Desember 2011

The X of X-mas really means


Yaa... Banyak pertanyaan yang muncul dipikiran orang-orang, including me. So I search for the answer so that I wouldn't get confused again... Hahaha...

X biasa kita pakai di dalam matematika sebagai simbol atau variabel untuk mengantikan suatu nilai. Sesuatu yang tidak diketahui biasanya juga dilambangkan dengan huruf X.

People seem to express chagrin about seeing Christ's name dropped and replaced by this symbol for an unknown quantity X. Bahkan ada kata-kata muncul pada label yang bertuliskan, "Put back Christ into Christmas" sebagai respon akan substitusi dari tanda X sebagai pengganti nama Kristus ("Christ").

Pertama-tama, kita musti mengerti bahwa, It is not the letter X that is put into Christmas. Kita melihat alfabet X di sana, akan tetapi itu sebenarnya bukan alfabet X yang kita lihat. Tetapi huruf Yunani Χ(Chi) yang merupakan inisial nama Kristus yang dipakai bangsa Yunani. Di dalam alkitab perjanjian baru bahasa Yunani, kata Kristus disebut dengan Christos. Huruf awal dari kata Christos dalam bahasa Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa alfabet kita yaitu X. Jadi sesungguhnya X telah datang melalui sejarah Gereja menjadi simbol singkatan untuk nama Kristus. So, the idea of X as an abbreviation for the name of Christ came into use in our culture with no intent to show any disrespect for Jesus.


Gereja telah menggunakan simbol ikan karena itu merupakan akronim. Ikan dalam bahasa Yunani yaitu "Ichthus" Merupakan akronim dari frase Yunani yang berbunyi "Iesous (Iota), Christos (Chi), Theou (Theta), Uios (Upsilon), and Sotor (Sigma)" Which means “Jesus Christ, Son of God, Savior.” So the early Christians would take the first letter of those words and put those letters together to spell the Greek word for fish. Jadi begitulah bagaimana simbol ikan menjadi simbol universal di dalam dunia kekristenan.


There’s a long and sacred history of the use of X to symbolize the name of Christ, and from its origin, it has meant no disrespect.


Jumat, 09 September 2011

A 6 yo Kid Named Michael -Part 2-

Tantangan yang berat banget buat saya.

Dulu saya sempet doa sama Tuhan, "Tuhan pakai aku jadi alatMu lebih lagi. Jadi berkat buat orang lain. Berdoa buat orang lain."

Nah, pada saat itu, saya masih belum sadar kalo Tuhan sedang memakai saya. Bodohnya saya, saya masih tawar menawar dengan Tuhan. Karena pada saat itu, sehabis perform, saya harus cepat-cepat ganti kostum, dan balik ke SOT. Tapi pada saat itu, suara Tuhan bener-bener kuat di dalam hati saya.  Saya bilang sama Tuhan gini, "Tuhan, aku mau pelayanan nih. Apa setelah ibadah aja ya Tuhan aku sampaikannya?" Untungnya Tuhan kenal saya dengan baik jauh melibihi saya mengenal diri saya sendiri (*That's awesome). He said, "I know you son, you won't do that thing, you will forget. Though if you remember, you'll be more shy to pass it on." Saya pikir iya juga ya...

Lalu saya coba duduk diam. Nothing was happened. Akhirnya saya berpikir untuk meminta sebuah tanda, "Tuhan kalau ini benar-benar dari engaku aku minta tanda, Tuhan. Kalau mama dari Michael itu masuk lagi dalam 5 detik maka..." Dan belum selesai saya ngoceh, mamanya Michael masuk di tempat saya berada itu.
Ampun deh, Tuhan kalo bekerja, ga bakal main-main.

Dan sekarang tinggal pilihan saya, tetep jalanin kemauan Tuhan ato just sat down there and nothing will be happened. Then I forced myself to stand up and walked approaching her. Finally I've done my duty. Usut punya usut, ternyata si anak ini pernah juga dikasih nubuatan yang hampir sama. Dan katanya, saya orang kedua yang menubuatkan hal tersebut. Wooooowww... It's AMAZING... Hal tersebut semakin menguatkan saya kalo Tuhan telah bener-bener makai saya buat semakin memuliakan namaNya.

Mau dipake Tuhan luar biasa? Ga usah tawar menawar, Just Be Obey !

Keep shining and be blessed... ^^d

Senin, 05 September 2011

A 6 yo Kid Named Michael -Part 1-

Pada tanggal 4 September 2011 kemarin, tepatnya pada waktu ibadah 4 di Bethany Church, saya beserta tim mempersiapkan special performance di balik tirai. Tiba-tiba mata saya tertuju pada satu orang anak. Dia cacat, tidak bisa berjalan, berbicara, dan berperilaku normal seperti halnya anak seumuran dia. Tidak sedikit kali ia mengeluarkan air liur dari mulutnya. But, I found something interesting. Ibunya sangat mencintai anak ini, dia tidak malu untuk memperlihatkan kasih sayangnya kepada anaknya di depan orang banyak. Saya melihatnya tersenyum senang.

Ibu dari anak itu mondar-mandir keluar masuk tirai, karena di samping dia ingin menikmati ibadah, dia juga cemas dengan anaknya yang pada saat itu sedang dijaga dengan 2 susternya. Ketika ibunya kembali menikmati ibadah, saya memberanikan diri untuk menghampiri anak itu dan bertanya siapa namanya. "Michael, ko..." Kata susternya...

Tibalah saatnya saya naik ke atas mimbar untuk pelayanan special performance. Harusnya, seusai performance, saya harus langsung siap-siap ganti baju untuk kembali melayani sebagai choir which is called SOT now. Tapi ada sesuatu yang menggerakkan hati saya untuk tetap duduk di balik tirai tadi. Then I sat down and think. Suddenly, God talk to me, "Hey son, you know what... I do really love that kid." Ketika saya mendengar pernyataan itu, entah kenapa, tiba-tiba air mata saya jatuh. Saya berkata-kata dalam hati saya, "Ya Tuhan, terimakasih sudah mengingatkanku kembali bahwa cinta-Mu itu ga hanya buat orang-orang yang sempurna, tapi bahkan buat orang-orang atau anak-anak yang tidak bisa berbuat apa-apa seperti dia." Lalu Tuhan kembali melanjutkan, "Aku bahkan punya sesuatu rencana yang besar buat dia, suatu rencana yang sulit dimengerti buat orang banyak. Dia akan mengajar banyak orang." Mendengar hal tersebut, saya kaget, "Tuhan, bagaimana dia bisa mengajar dengan segala kekurangan yang dia punya?" Tuhan cuma bilang, "Apakah kamu ragu denganKu?" Dan saya kembali mengeluarkan air mata. Di tengah kekaguman saya pada Tuhan, Dia kembali berkata di dalam hati saya, "Sampaikan pesanku ini kepada orang tuanya."